Tari Maengket
Maengket adalah paduan dari sekaligus seni tari, musik dan nyanyi, serta seni sastra yang terukir dalam lirik lagu yang dilantunkan. Sejumlah pengamat kesenian bahkan
melihat maengket sebagai satu bentuk khas sendratari berpadu opera. Apapun, maengket memang merupakan sebuah adikarya kebudayaan puncak yang tercipta melalui proses panjang penyempurnaan demi penyempurnaan.
Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian terutama menanam padi di ladang. Kalau dulu nenek moyang Minahasa, Continue reading →
Tradisi Brantang di Kawangkoan
Sebelum kita membahas tentang budaya brantang saya akan mengajak pembaca untuk mengenal sedikil tentang kota kecil kawangkoan. Kawangkoan dijuluki sebagai “Kota Kacang”, selain kacang kawangkoan juga terkenal dengan wisata kuliner biapong (bakpao) dan regey (semacam sate tapi potongan dagingnya lebih besar dari sate). Kewangkoan juga terkenal dengan objek wisata bukit kasih dan goa peninggalan Jepang “Goa 50 kamar”. Kawangkoan dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi persaudaraan antar masyarakat. Continue reading →
Biografi Drs. Merdeka Gedoan
1) Latar Belakang Keluarga
Merdeka Gedoan lahir di Pulutan, Talaud, 1 Januari 1949. Ia terlahir dari keluarga petani. Ayahnya Tadius Gedoan dan ibunya Johana Mailantang, keduanya almarhum. Masa kecilnya dihabiskan di kampung halaman, Talaud, sampai tamat SMP. Merdeka mulai merantau memasuki masa sekolah lanjutan tingkat atas di Tahuna, selanjutnya bekerja sampai berkeluarga ia tetap tinggal di Manado, tempatnnya merantau. Ia pulang ke kampung hanya untuk bertemu dengan keluarga, pada acara-acara keluarga saja.
Merdeka Gedoan menikahi Anna B. Tijow pada tanggal 6 November 1971. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak. Anak pertama putra, Heince Gedoan lahir tanggal 25 Maret 1973 dan anak kedua putri, Lidya Gedoan lahir tanggal 12 November 1974. Continue reading →
TARI UWELA
Tari Uwela ini merupakan suatu tari yang dilaksanakan oleh rakyat Bolaang Mongondow dimana biasanya tari ini hanya dilakukan apabila ada acara-acara khusus, misalnya pada saat mengerjakan kebun yang memerlukan tenaga yang banyak untuk melaksanakan tugas tersebut, penjemputan tamu dan lain-lain.
Tari ini lahir dimana pada zaman dahulu penduduk di daerah Bolaang Mongondow diperintahkan untuk mengadakan kerja bakti (gotong royong) untuk membuat suatu jembatan merupakan kayu yang berbentuk sangat besar maka mustahil kalau hanya dapat diangkat oleh beberapa orang saja. Maka pada kesempatan itu pula diadakan suatu kerja sama ( gotong royong) untuk mengangkat bahan-bahan keperluan untuk pembangunan jembatan itu (dalam hal ini kayu). Pada saat pelaksanaan maka semua penduduk yang ada atau hadir dalam pekerjaan itu segera mengambil inisiatif untuk mengangkat bahan bangunan tersebut dimana dari sekian banyak penduduk itu dipilih seorang untuk menjadi komandan dalam mengangkat kayu yang besar itu. Continue reading →
Tari Kabasaran (Cakalele)
Kabasaran
adalah tarian perang dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara.Tarian ini merupakan tarian keprajuritan tradisional Minahasa, yang diangkat dari kata; Wasal, yang berarti ayam jantan yang dipotong jenggernya agar supaya sang ayam menjadi lebih garang dalam bertarung. Continue reading →
Tari Kabela
Tari Kabela merupakan sebuah tari daerah Sula-wesi Utara asal Bolaang Mongondow yang diangkat dari adat dan budaya masyarakat Bolaang Mongondow pada saat akan dikunjungi oleh para tamu. Tari kabela dalam garapannya mengungkapkan bagaimana peran masyarakat untuk menyambut tamu yang dihormati yang berkunjung ke daerah Bolaang Mongondow.
Dalam penyajiannya jelas dapat dilihat bagaimana cara penyambutan ini kabela digunakan sebagai alat untuk untuk menempatkan sirih dan disuguhkan kepada tamu. Continue reading →
TARI LINGKAMBENE
Cerita Lingkambene mengisahkan tentang ke
hidupan petani bernama Tumideng yang pergi ke negeri kayangan untuk mencari makanan. Melalui sebuah tangga penghubung antara bumi dan kayangan, Tumideng tiba di kayangan, kemudian tanpa di sengaja Tumidengmenginjak biji padi yang konon sebesar buah kemiri.Setelah kembali dari Continue reading →
NASKAH DRAMA “PENGADILAN HATI NURANI”
Adegan 1
Bunyi gong 3×3, kemudian terdengar ratap tangis kematian, disambut musik syahdu mengantar demonstrasi pasukan pengawal pengadilan hati nurani memasuki arena.
Sesaat terdengar pekik I Yayat USanti, menanda hakim pengadilan kejahatan narkoba memasuki arena pengadilan, dikawal oleh pasukan kabasaran.Sementara itu pasukan pengawal bergerak mengelilingi arena.Pada aba-aba mento, semua diam dan suasana menjadi tenang mencekam berangsur-angsur ratap tangis kematian menghilang.
Adegan 2
Golatung : ( Maju kedepan kemudian mengangkat tangan seraya berteriak lantang )
bawalah para terdakwa satu persatu dihadapanku!
Pengawal :( Enam orang pengawal melompat sambil membari hormat kepada Golatung dan serentak menjawab ) Siap kerjakan! ( kemudian berlari menemui para terdakwa. Ratap tangis kembali terdengar ).
Sanggar Seni Kitawaya Manado
Sanggar Seni Kitawaya adalah satu-satunya sanggar seni yang sudah bertahun-tahun lamanya bernaung di Sulawesi Utara khususnya kota Manado. Yang dibentuk dari beberapa orang dan telah berkembang sampai ke luar kota maupun ke luar negeri. Sanggar seni kitawaya ini diketuai oleh Bapak Merdeka Gedoan. Sanggar seni kitawaya berada di bawah asuhan Dewan Seni Budaya Sulawesi Utara. Sanggar ini dibuat untuk menampung ataupun mengembangkan segala talenta seni khususnya seni tari dari anak-anak yang berada di Sulawesi Utara. Sanggar ini telah membuktikan kepada masyarakat sebagaimana baik adanya, begitu banyak orang yang telah mengenal segala kelebihan dan keunggulan dari sanggar itu sendiri dan juga sangat menarik perhatian masyarakat dari dalam dan luar negeri.
Selain itu, pemerintah sangat mendukung dengan segala macam jenis aktifitas kesenian di sulawesi utara karena dapat mengembangkan negara ini dari segi kesenian dan pariwisata bahkan sampai ke level dunia. Hal itu jelas meningkatkan devisa bagi negara kita dengan segala karya anak bangsa ini.
Ayo kita perlihatkan seni dan budaya kita sampai ke level dunia! Kita perlihatkan budaya kita yang sebenarnya agar tidak direbut orang asing… Lols 😀



